Tips Sederhana Bagaimana Caranya Menasehati Seorang Istri

TendyNews.com - Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Berbeda pendapat antara suami dan istri adalah hal yang biasa. Tak ada keluarga atau rumah tangga yang tak pernah mengalami konflik. Atas dasar itulah maka dengan penuh kerendahan diri saya mencoba membuat tips-tips sederhana yang dapat anda gunakan dengan bijaksana sesuai situasinya. Tapi sebelumnya, mohon maaf beribu maaf saya bukanlah ingin menasehati anda para suami karena saya lebih memahami ataupun lebih handal karena saya sendiripun belumlah menikah atau berumah tangga. Jadi sekali lagi mohon maaf apabila ada satu dan lain hal yang masih dirasa kurang tepat.

Bagaimana Caranya Menasehati Seorang Istri
Baiklah kita lanjutkan topik kita!!

Sebagai seorang suami yang asumsinya adalah kepala keluarga dan seorang imam yang memimpin rumah tangga, kita tentu harus memahami bagaimana caranya menasehati seorang istri tanpa melukai perasaannya, nah!! berikut ini ada beberapa tips sederhana yang bisa anda pertimbangkan.
  1. Bila dia berhias secara berlebihan, coba anda bilang "Sebenarnya papa lebih suka bila mama agak sederhana, karena sayang dong wajah mama yang cantik tertutup banyak make up..."
  2. Atau supaya meningkatkan sholatnya, bisa dgn kalimat,"Sebenarnya dengan sering berwudhu wajah mama akan tampak cerah dan bersinar"
  3. Bisa juga nasehatkan dia agar sering sholat Tahajud, "karena menurut penelitian, orang yg sholat Tahajud terlihat dari wajahnya yang bercahaya... jadi cantik secara alami..."
  4. Bila pergi ke mall.. sempatkan pergi ke toko buku, untuk mencari bacaan yang bagus untuk penyehatan hati... (namun anda juga harus menjadi orang yang gemar membaca...). Bila istri bukan termasuk orang yang suka membaca... ceritakan isi buku tersebut agar dia tertarik dan semoga dapat menjadi istri gemar membaca.
  5. Bila anda ingin memberi hadiah... jangan hanya memberi hadiah berupa pernak-pernik.. tapi juga dapat diganti dengan Al-Qur'an tafsir atau buku-buku pengetahuan Islami... tulis pada dalam sampulnya... "ini adalah tanda sayang papa pada mama"... InsyaAllah dia akan suka... mungkin awalnya agak terheran-heran...
Dia adalah partner hidupmu, bukan anak-anak yang harus diarahkan setiap saat  Cobalah libatkan dia dalam hidupmu, cobalah hargai kepribadiannya juga. Bukankah kamu menikahi dia karena dirinya? cobalah terima baik buruknya, jangan ubah dia menjadi sepenuhnya yang kamu mau.
    Jika kamu punya suatu pendapat, bicarakan dengannya, berdiskusilah. Diskusi itu dua arah. Kamu bicara, dia dengarkan, dia bicara, kamu dengarkan, kalian saling mengerti, kalian saling memahami.
      Hidup ini adil dan penuh timbal balik
        Kamu menghormatinya, dia menghormatimu
          Kamu menyayanginya, dia menyayangimu
            Jadikanlah dia pasangan hidupmu, bukan sekedar orang yang sekedar harus mengurus rumah tangga dan mengikuti semua kemauanmu.

            Sekian saja tips sederhana dari saya, semoga bermanfaat!! dan sekali lagi mohon maaf beribu maaf apabila ada satu dan lain hal yang dirasa kurang tepat. Sebagai penutup, ada kutipan sudut pandang yang ingin saya sampaikan dengan tujuan untuk mengingatkan. Khususnya untuk diri saya sendiri dan umumnya untuk anda para suami ataupun para calon suami. Yaitu "Perempuan menuntut dan laki-laki menuntun"
            close